MAKASSAR – Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar (UIM) memperkuat komitmennya dalam mendukung upaya mitigasi dan penanggulangan bencana melalui penandatanganan kerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar. Penandatanganan tersebut dilaksanakan usai kegiatan Apel Kesiapsiagaan Terhadap Bencana Kabupaten/Kota Makassar Tahun Anggaran 2026, yang berlangsung pada Selasa, 14 Juli 2026, di Anjungan MNEK Center Point of Indonesia (CPI), Jalan Metro Tanjung Bunga, Kota Makassar.
Fakultas Teknik UIM diwakili langsung oleh Dekan Fakultas Teknik, Dr. Ir. Saripuddin Muddin, S.T., M.T., yang hadir bersama unsur pemerintah daerah, jajaran BPBD Kota Makassar, instansi terkait, serta berbagai mitra yang memiliki perhatian terhadap penguatan sistem penanggulangan bencana di Kota Makassar.
Apel kesiapsiagaan menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi berbagai potensi bencana, sekaligus meningkatkan kesiapan personel, kelembagaan, dan masyarakat dalam membangun budaya tanggap bencana. Setelah pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan kerja sama antara Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar dan BPBD Kota Makassar sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang kebencanaan.
Ruang lingkup kerja sama mencakup pengembangan pendidikan dan pelatihan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penerapan teknologi dan inovasi di bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan rehabilitasi pascabencana.
Dekan Fakultas Teknik UIM, Dr. Ir. Saripuddin Muddin, S.T., M.T., menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam menghubungkan kompetensi akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat, khususnya dalam pengurangan risiko bencana.
“Sebagai institusi pendidikan tinggi, Fakultas Teknik memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi melalui ilmu pengetahuan, teknologi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kerja sama ini menjadi wadah bagi dosen dan mahasiswa untuk memberikan solusi inovatif dalam mendukung upaya mitigasi dan penanggulangan bencana di Kota Makassar,” ujarnya.
Menurutnya, keilmuan yang dimiliki berbagai program studi di Fakultas Teknik, seperti Teknik Sipil, Teknik Informatika, Teknik Elektro, Teknik Mesin, dan Teknik Industri, memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan sistem peringatan dini, pemetaan wilayah rawan bencana, pemanfaatan teknologi informasi kebencanaan, hingga rekayasa infrastruktur yang lebih tangguh terhadap bencana.
Lebih lanjut, Dr. Saripuddin Muddin berharap kerja sama tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai program konkret, seperti pelatihan kebencanaan bagi mahasiswa, penelitian bersama, penyusunan kajian teknis, serta kegiatan pengabdian masyarakat yang berorientasi pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.
“Kami berharap sinergi ini tidak berhenti pada penandatanganan dokumen kerja sama, tetapi benar-benar diwujudkan melalui program-program nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung pembangunan Kota Makassar yang lebih tangguh terhadap bencana,” tambahnya.
Melalui kemitraan ini, Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk terlibat secara langsung dalam berbagai kegiatan lapangan bersama BPBD sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan kompetensi profesional sekaligus meningkatkan kepedulian sosial terhadap isu-isu kebencanaan.
Pelaksanaan Apel Kesiapsiagaan dan penandatanganan kerja sama tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana yang berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat.
Dengan terjalinnya kerja sama ini, Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam mendukung pembangunan daerah yang aman, tangguh, dan berkelanjutan melalui pengembangan inovasi teknologi serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kebencanaan.
